BIODESEL DARI MINYAK SAWIT
MAKALAH
BIODESEL DARI MINYAK SAWIT
Oleh
: Puji Abdul Mutolib
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran
mono--alkyl ester dari
rantai panjang asam lemak, yang
dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak
hewan.
Sebuah
proses dari transesterifikasi lipid digunakan
untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses
ini, tidak seperti minyak
sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar)
dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia
lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan
bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.
Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk
menggantikan bahan bakar fosil sebagai
sumber energi transportasi utama dunia, karena biodiesel
merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang
ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur zaman sekarang.
Penggunaan
dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia,
meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar.
Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan
biodiesel kepada konsumen dan juga
pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.
v Manfaat dan Keunggulan Biodesel
Ø Manfaat :
·
Mengurangi pencemaran
hidrokarbon yang tidak terbakar, karbon monoksida, sulfur dan hujan asam.
·
Bahan dasar nya
adalah minyak goreng bekas, dengan adanya pembuatan biodiesel ini dapat
menggurangi beban lingkungan karena sampah/limbah.
·
Tidak menambah jumlah
gas karbon dioksida, karena minyak berasal dari tumbuhan/nabati.
·
Energi yang
dihasilkan mesin diesel lebih sempurna dibandingkan solar hingga yang
menggunakan biodiesel tidak mengeluarkan asap hitam berupa karbon atau CO2,
sedangkan mesin yang menggunakan solar mengeluarkan asap hitam. Biodiesel
mengeluarkan aroma khas seperti minyak bekas menggoreng makanan.
Ø Keunggulan :
·
Mengurangi emisi
karbon monoksida dan SO2.
·
Bahan baku
biodiesel tidak hanya dari lemak hewan atau dari tanaman jarak pagar yang sudah
dikenal, tetapi juga dapat terbuat dari limbah penggorengan yang tidak sulit
didapat memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah dan juga dapat
membuka lapangan kerja baru.
·
Aman dalam
penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun.
·
Tidak memerlukan
teknologi tinggi dalam pembuatannya.
·
Limbah dari
biodiesel ini merupakan Glyserin. Glyserin ini merupakan bahan dasar pembuatan
sabun, sehingga ramah lingkungan dan mengurangi polusi. Limbahnya pun bisa
menjadi berguna.
v Biodesel Minyak Sawit
Dalam hal ini kita akan membahas suatu penelitian tentang Biodesel
dari Minyak Sawit.
Berikut ini adalah
metode penelitian mengenai Proses Pembuatan
Biodiesel Dari Minyak Sawit berdasarkan penelitian yang
dilakukan Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2006.
Bahan bakar diesel,
selain berasal dari petrokimia juga dapat disintesis dari ester asam lemak yang
berasal dari minyak nabati. Bahan bakar dari minyak nabati (biodiesel) dikenal
sebagai produk yang ramah lingkungan, tidak mencemari udara, mudah
terbiodegradasi, dan berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Pada
umumnya biodiesel disintesis dari ester asam lemak dengan rantai karbon antara
C6-C22. Minyak sawit merupakan salah satu jenis minyak nabati yang mengandung
asam lemak dengan rantai karbon C14-C20, sehingga mempunyai peluang untuk
dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel.
Pembuatan
biodiesel melalui proses transesterifikasi dua tahap, dilanjutkan dengan
pencucian, pengeringan dan terakhir filtrasi, tetapi jika bahan baku dari
CPO maka sebelumnya perlu dilakukan esterifikasi.
Ø Transesterifikasi
Proses transesterifikasi meliputi dua tahap.
Transesterifikasi I yaitu pencampuran antara kalium hidroksida (KOH) dan
metanol (CH30H) dengan minyak sawit. Reaksi transesterifikasi I berlangsung
sekitar 2 jam pada suhu 58-65°C. Bahan yang pertama kali dimasukkan ke dalam
reaktor adalah asam lemak yang selanjutnya dipanaskan hingga suhu yang telah
ditentukan. Reaktor transesterifikasi dilengkapi dengan pemanas dan pengaduk. Selama
proses pemanasan, pengaduk dijalankan. Tepat pada suhu reactor 63°C, campuran
metanol dan KOH dimasukkan ke dalam reactor dan waktu reaksi mulai dihitung
pada saat itu. Pada akhir reaksi akan terbentuk metil ester dengan konversi
sekitar 94%. Selanjutnya produk ini diendapkan selama waktu tertentu untuk
memisahkan gliserol dan metil ester. Gliserol yang terbentuk berada di lapisan
bawah karena berat jenisnya lebih besar daripada metil ester. Gliserol kemudian
dikeluarkan dari reaktor agar tidak mengganggu proses transesterifikasi II.
Selanjutnya dilakukan transesterifikasi II pada metil ester. Setelah proses
transesterifikasi II selesai, dilakukan pengendapan selama waktu tertentu agar
gliserol terpisah dari metil ester. Pengendapan II memerlukan waktu lebih
pendek daripada pengendapan I karena gliserol yang terbentuk relatif sedikit
dan akan larut melalui proses pencucian.
Ø
Pencucian
Pencucian hasil pengendapan pada transesterifikasi II
bertujuan untuk menghilangkan senyawa yang tidak diperlukan seperti sisa
gliserol dan metanol. Pencucian dilakukan pada suhu sekitar 55°C. Pencucian
dilakukan tiga kali sampai pH campuran menjadi normal (pH 6,8-7,2).
Ø
Pengeringan
Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan air yang tercampur
dalam metil ester. Pengeringan dilakukan sekitar 10 menit pada suhu 130°C.
Pengeringan dilakukan dengan cara memberikan panas pada produk dengan suhu sekitar
95°C secara sirkulasi. Ujung pipa sirkulasi ditempatkan di tengah permukaan
cairan pada alat pengering.
Ø
Filtrasi
Tahap akhir dari proses pembuatan biodiesel adalah filtrasi. Filtrasi
bertujuan untuk menghilangkan partikel-partikel pengotor biodiesel yang
terbentuk selama proses berlangsung, seperti karat (kerak besi) yang berasal
dari dinding reactor atau dinding pipa atau kotoran dari bahan baku. Filter
yang dianjurkan berukuran sama atau lebih kecil dari 10 mikron.
v Analisa Produk
Biodiesel
Etil ester yang diperoleh setelah proses pencucian dilakukan
analisa karakteristik dan komposisinya. Adapun analisa terhadap komposisi
biodiesel dilakukan menggunakan Gas Chromatografi (GC), yang dilakukan di
Jurusan Teknik Kimia ITB. Dari sekian banyak sampel yang diperoleh untuk
berbagai variabel percobaan, maka untuk analisa dengan menggunakan GC sampel
yang dipilih ialah sampel dengan persentase yield tertinggi. Sedangkan analisa
terhadap karakteristik dari etil ester yang di analisa dalam penelitian ini ialah
densitas, viskositas, nilai asam, dan yield biodiesel yang diperoleh.
v Tahapan analisanya
sebagai berikut :
a.
Penentuan densitas
Ditimbang terlebih dahulu berat piknometer kosong, kemudian
etil esternya dimasukkan kedalam piknometer dan ditimbang. Untuk perhitungannya
digunakan rumus sebagai berikut :
b. Penentuan viskositas
Untuk menghitung viskositas metil ester digunakan alat
viscometer Cannon-Fenske. Sampel dimasukkan melalui lubang masukan sampai
mencapai batas paling bawah dari viskometer Cannon-Fenske. Kemudian dicatat
waktu yang dibutuhkan sampel untuk mencapai batasan diatasnya.
Percobaan ini dapat diulang beberapa kali untuk mendapatkan
data yang akurat. Kemudian dapat di lakukan perbandingan masing - masing
perlakuan berdasarkan perbedaan temperatur yang diberikan.

Komentar
Posting Komentar